Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, Pembina

 

Pramuka adalah salah satu ekstra kurikuler yang banyak diminati di sekolah, perasaan terlihat gagah sekaligus banyak kegiatan asyiklah yang membuat kegitan pramuka atau scouting ini banyak peminatnya.

Coba anda lihat anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan pramuka, raut muka mereka terlihat berseri-seri tanpa mengenal lelah meskipun banyak kegiatan yang dilakukannya.

Menurut saya banyak sekali keuntungan yang didapatkan oleh anak-anak diantaranya adalah :
1. Melatih Kemandirian anak
2. Melatih kerjasama dan sosialisasi anak
3. Menumbuhkan rasa sayang, kasih dan saling menolong
4. Melatih kedisiplinan anak
5. Menumbuhkan rasa tanggung jawab anak
6. Menumbuhkan sikap dan mental berani pada anak
7. Menumbuhkan rasa saling menghormati dan toleransi pada anak
8. Menumbuhkan sikap patriotisme anak
Tahukah anda tentang pengelompokan gugus depan pramuka..? Kalo tidak tidak tau, nich saya kasih tau :
1. Pramuka Siaga untuk siswa umur 7 – 10 tahun
2. Pramuka Penggalang untuk siswa umur 11 – 15 tahun
3. Pramuka Penegak untuk siswa umur 16 – 20 tahun
4. Pramuka Pandega untuk umur 21 – 25 tahun
5. Pramuka Pembina untuk orang dewasa
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Persaman dan Perbedaan Etika dan Agama

Kita telah ketahui bahwasannya adalah bidang yang menyangkut masalah prinsip-prinsip berkehidupan antar manusia sebagai mahluk sosial yang berhubungan dengan moral.
Pengertian Moral adalah penilaian terhadap tindakan seseorang yaitu apakah tindakannya baik atau buruk.
Berikut ini perbedaan dan persamaan antara etika dan agama :
Persamaan etika dan agama adalah :
1. Pada sasarannya, yaitu meletakkan dasar ajaran moral agar manusia dapat membedakan mana perbuatan atau tindakan yang baik dan mana yang tercela.
2. Pada sifatnya, yaitu antara etika dan agama sama-sama memberikan peringatan dan tidak memaksa.
Perbedaan etika dan agama adalah :
1. Etika adalah kepercayaan yang tidak mengandung pengapdian, sedangkan agama adalah kepercayaan yang mengandung pengabdian kepada Tuhan.

2. Etika mempersoalkan kehidupan moral manusia di dunia, sedangkan agama mengajarkan adanya dua macam kehidupan yaitu dunia dan akhirat.
3. Etika bersumber dari hasil pemikiran dan pengalaman manusia sedangkan agama bersumber dari Tuhan.
4. Tidak semua ajaran etika diterima agama, sedangkan ajaran agama dapat memperkuat atau melengkapi ajaran etika.
Sumber Tulisan :
Aswin, S, 1981, Etika Dalam Penelitian, dalam : Dasar-Dasar Metodologi Riset Ilmu Kedokteran, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Konsorsium Ilmu Kedokteran, Jakarta.

Sinar X (Rontgent)

Mungkin kita tidak bisa membayangkan bagaimana jika sinar X tidak pernah ditemukan…? Dunia kedokteran tak akan mampu berbuat banyak untuk mendeteksi secara pasti berbagai macam jenis penyakit, gangguan serta keluhan lainnya dalam tubuh manusia.
Karena sebelum itu para ahli kedokteran hanya berasumsi pada ciri-ciri dan kebiasaan dari berbagai tanda yang dikeluhkan penderita dalam menentukan jenis penyakit dari seorang pasien. Secara otomatis ketepatan dalam mendiagnosis suatu penyakit belum sepenuhnya akurat. Namun setelah akhir abad 18, dunia kedokteran mulai tertolong dengan ditemukannya sinar X atau biasa disebut Rontgent.
Penemu Sinar X atau Rontgent ini adalah Wilhelm Conrad Rontgen. Dia melakukan risetnya pada tanggal 8 Nopember 1895. Ilmuwan asal lennep Jerman ini berhasil membuat percobaan spektakuler. Awalnya ia membuat percobaan dengan “Sinar Cathode”. Yaitu pancaran arus yang diprodusir dengan menggunakan voltase tinggi antara elektrode yang ditempatkan pada masing-masing ujung tabung gelas hampa udara.

Melalui proses fisika sinar tersebut tidak bisa menembus gelas lantaran terhalang udara yang tebalnya hanya beberapa sentimeter saja. Selanjutnya Rontgen menutup tabung sinar cathode dengan kertas hitam tebal.
Bermula dari sinilah kemudian ditemukan suatu proses fisika, yaitu menyalakan listrik dengan sinar yang tak tampak di dalam tabung, tapi memijar pada layar yang terbungkus barium platino cyanide. Ia kemudian menanamkan cahaya ini dengan sinar X, karena abjad tersebut merupakan lambang matematik biasa untuk sesuatu yang tidak diketahui.
Puas dengan penelitiannya, ia meneruskan penyelidikannya hingga berhasil menemukan yang lebih spektakuler, yaitu sinar yang mampu menembus benda-benda yang tidak bisa ditembus cahaya biasa. Sinar X ini kemudian diuji ketubuh manusia untuk melihat organ-organ tubuh yang paling dalam sekalipun, dan akhirnya berhasil.
Hanya saja tulang-tulang yang tidak bisa ditembus sinar X. namun, meskipun demikian jika ada tulang-tulang yang patah atau retak tetap mudah terdeteksi dengan sinar X. Caranya Rontgen meletakkan tangan seseorang antara tabung sinar cathode dan layar yang bersinar. Disitu akan nampak bayangan tulang tangan di layar berikut anatomi tulang belulangnya.
Hanya dalam tempo beberapa bulan, hasil karya Rontgen menggemparkan dunia kedokteran. Setahun kemudian seorang ilmuwan bernama Antonie Henri Becquerel mengembangkan penemuan Rontgen. Pada awalnya hanya menyelidiki proses kerja sinar X namun justru malah menemukan fenomena penting tentang radioaktivitas.
Dengan inovasi inilah kemudian menggunakan sinar X makin berkembang. Di duni kedokteran tidak hanya untuk melihat organ tubuh saja, tapi mampu mendeteksi, mendiagnosa serta untuk pengobatan. Misalnya untuk menghancurkan batu ginjal, mendiagnosa gigi maupun radioterapi yaitu untuk menghancurkan tumor ganas berikut mencegah pertumbuhannya.
Selanjutnya kemampuan sinar yang mengambil nama dari penemunya (sinar Rontgen) ini juga merambah ke dunia teknologi, industri hingga ilmiah (mulai dari biologi hingga astronomi). Dengan Sinar X sangat membantu dan berperan sekali untuk berbagai macam penyelidikan. Karena jasanya, Rontgen menerima Hadiah Nobel pertama kali untuk bidang fisika. (SELARAS).

Teori Perilaku Pertukaran George Homans

Dalam upaya menjelaskan fenomena sosial, seorang ahli, George Homans mengembangkan Teori Pertukaran berdasarkan Prinsip-Prinsip Transaksi Ekonomi, yaitu manusia menawarkan jasa atau barang tertentu dengan harapan memperoleh imbalan jasa atau barang lain.

Interaksi sosialpun menggunakan prinsip resiprositas seperti dalam transaksi ekonomi. Artinya, individu melakukan suatu tindakan demi mendapatkan imbalan atau justru untuk menghindari hukuman.

Perilaku individu diarahkan oleh norma sosial dan konformitas terhadap norma kelompok akan diberi imbalan atau hadiah, sedangkan penyelewengan apalagi pemberontakan terhadap norma kelompok akan dihukum.
Teori Homans ini dinamakan teori perilaku pertukaran. Bagi Homans tujuan perilaku manusia adalah tujuan ekonomis, yaitu untuk memperbesar keuntungan atau imbalan dan seluruh fenomena sosial dapat dianalisa sebagai bentuk-bentuk pertukaran.
Homans menggunakan teori behaviourism dari ahli psikologi Skinner dalam usahanya menjelaskan proses pertukaran dalam perilaku individu dan kelompok.
Homans meminjam istilah-istilah yang digunakan oleh Skinner sehubungan perubahan perilaku, yaitu sukses, stimulus, nilai, kekurangan versus kejenuhan, dan persetujuan atau approval versus agresi.
Sumber Tulisan :
Solita Sarwono, 1993, Sosiologi Kesehatan, Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Teori Aksi Max Weber dan Talcott Parsons

Teori Aksi atau Action Theory yang juga dikenal sebagai teori bertindak ini pada mulanya dikembangkan oleh Max Weber seorang ahli sosiologi dan ekonomi yang ternama.

Max Weber berpendapat bahwa individu melakukan suatu tindakan berdasarkan atas pengalaman, persepsi, pemahaman dan penafsirannya atas suatu obyek stimulus atau situasi tertentu. Tindakan individu ini merupakan tindakan sosial yang rasional, yaitu mencapai tujuan atau sasaran dengan sarana-sarana yang paling tepat.

Teori Weber dikembangkan lebih lanjut oleh Talcott Parsons, yang mulai dengan mengkritik Weber, meyatakan bahwa aksi atau action itu bukanlah perilaku atau behavior. Aksi merupakan tanggapan atau respons mekanis terhadap suatu stimulus sedangkan perilaku adalah suatu proses mental yang aktif dan kreatif.
Menurut Parsons, yang utama bukanlah tindakan individual, melainkan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang menuntun dan pengatur perilaku. Kondisi obyektif disatukan dengan komitmen kolektif terhadap suatu nilai akan mengembangkan suatu bentuk tindakan sosial tertentu.
Parsons melihat bahwa tindakan individu atau kelompok dipengaruhi oleh 3 sistem, yaitu sistem sosial, sistem budaya dan sistem kepribadian masing-masing individu. Kita dapat mengaitkan individu dengan sistem sosialnya melalui status dan perannya.
Dalam setiap sistem sosial individu menduduki suatu tempat atau status tertentu dan bertindak atau berperan sesuai dengan norma atau aturan yang dibuat oleh sistem tersebut dan perilaku individu ditentukan pula oleh tipe kepribadiannya.
Sumber Tulisan : 
Solita Sarwono, 1993, Sosiologi Kesehatan, Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Difusi, Akulturasi dan Asimilasi Kebudayaan

Dalam upaya menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitarnya, individu harus belajar menerima budaya masyarakat tersebut. Tingkat penghayatan atau internalisasi budaya itu tidak sama dalamnya, tergantung dari intensitas kontak atau interaksi antara individu tersebut dengan anggota masyarakat sekitar.

Difusi kebudayaan terjadi jika seorang individu secara selektif meminjam beberapa aspek budaya atau tradisi setempat. Biasanya seleksi dilakukan atas pertimbangan keuntungan aspek-aspek tersebut bagi individu dan menolak aspek-aspek lain yang dianggap dapat merugiakannya.

Contohnya, orang barat yang senang mengenakan pakaian batik karena membuat penampilannya menarik namun tetap tidak mau belajar bahasa Indonesia meskipun telah bertahun-tahun menetap di Jawa. Dapat dimengerti jika penghayatan suatu aspek budaya melalui difusi ini tidaklah lama melekat dalam diri individu.
Melalui akulturasi penerimaan norma atau budaya baru berlangsung lebih intensif, yaitu melalui perubahan pada dua kebudayaan yang saling berinteraksi. dua budaya yang berbeda itu bertemu dan secara intensif diolah dalam diri individu dan di masyarakat sehingga akhirnya terjadi modifikasi dari aspek-aspek budaya aslinya yang disesuaikan dengan budaya yang baru.
Jadi prosesnya bukan sekedar meminjam tradisi dan aspek budaya lain, melainkan melibatkan suatu upaya pengorganisasian masyarakat guna memberi peluang kepada budaya lain untuk juga dapat berfungsi dalam masyarakat tersebut.
Akulturasi ini dapat dilihat di banyak tempat di Indonesia dimana anggota suatu komunitas atau kelompok menjalankan tradisi dan menaganut norma yang berasal dari berbagai budaya. Jika perubahan suatu kebudayaan itu sedemikian besarnya sehingga ciri khasnya terlebur kedalam budaya lain, atau jika kedua budaya itu melebur membentuk suatu budaya baru, maka hal itu disebut asimilasi.
Proses asimilasi ini memakan waktu yang panjang dan hal ini lebih mudah dicapai oleh individu yang mempunyai motivasi kuat untuk berubah, daripada mengubah seluruh kelompok.
Sumber Tulisan :
Solita Sarwono, 1993, Sosiologi Kesehatan, Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Pendekatan Etik dan Pendekatan Emik

Dalam upaya memahami suatu gejala sosial dalam masyarakat maka studi-studi dalam sosiologi dilakukan dengan menggunakan dua macam pendekatan yaitu Pendekatan Emik dan Pendekatan Etik.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan emik berusaha memahami perilaku individu atau masyarakat dari sudut pandang si pelaku sendiri (individu tersebut atau anggota masyarakat yang bersangkutan).

Sedangkan Pendekatan Etik menganalisa perilaku atau gejala sosial dari pandangan orang luar serta membandingkannya dengan budaya lain. Dengan demikian maka pendekatan etik bersifat lebih objektif, dapat diukur dengan ukuran dan indikator tertentu, sedangkan pendekatan emik relatif lebih subjektif dan banyak menggunakan kata-kata atau bahasa dalam menggambarkan perasaan individu yang menjadi obyek studi.
Studi emik bersifat lebih unik, sukar untuk digeneralisasikan secara luas (Pelto, 1970). Ditambahkan oleh Foster bahwa pendekatan emik mencakup upaya untuk mengkomunikasikan keadaan diri-dalam (inner psychological states) dan perasaan individu yang berkaitan dengan suatu perilaku.
Asumsi dari pendekatan emik ini adalah bahwa pelaku atau aktor suatu tindakan itu lebih tahu tentang proses-proses yang terjadi dalam dirinya daripada orang lain. Dan pengetahuan tentang proses mental ini diperlukan untuk memahami mengapa seseorang melakukan suatu tindakan atau mengapa dia menolak untuk melakukan tindakan tersebut (Foster, 1978).
Kedua pendekatan ini dapat digunakan untuk studi antar budaya, hanya etik memberikan perbandingan dan generalisasi sedangkan emik menggambarkan keunikan penghayatan masing-masing individu atau kelompok. Studi-studi sosiologi biasanya menggunakan kedua pendekatan ini guna memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang gejala yang diselidiki. Jika studi itu menggunakan informan untuk memperoleh informasi yang bersifat etik misalnya siapa saja yang datang dalam gotong royong, maupun emik misalnya apa makna upacara kremasi bagi penganut agama Hindu-Bali.
Sumber Tulisan :
Solita Sarwono, Sosiologi Kesehatan, Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Buku Yang Dirujuk :
Foster, George M & Barbara G. Anderson, 1978, Medical Anthropology, 8th print, Alfred A. Knopf, New York.
Pelto, Pertti J., 1970, Anthropological Research – the structure of inquiry, Harper & Row Publishers, New York.

Pengertian Masyarakat dan Pengertian Kelompok

Masyarakat adalah sekelompok orang yang memiliki identitas sendiri dan mendiami wilayah atau daerah tertentu, serta mengembangkan norma-norma yang harus dipatuhi oleh para anggotanya.

Istilah masyarakat itu seringkali dibedakan dalam kata society dan community. Kata society itu menunjuk kepada pengertian masyarakat luas, yang merupakan kumpulan dari individu-individu yang saling berinteraksi, yang memiliki tujuan bersama dan yang cenderung memiliki kepercayaan, sikap dan perilaku yang sama (Krech et al, 1962).

Selanjutnya society ini dibagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil yang dinamakan comunity atau komunitas. Menurut Freeman (1963) komunitas adalah suatu tempat, suatu kumpulan manusia, ataupun suatu sistem sosial.
Komunitas sebagai tempat mencakup lingkungan fisik dimana seseorang hidup. Sebagai suatu kumpulan manusia, komunitas dapat dibedakan menurut kepadatan dan komposisi penduduknya, tradisi dan nilai-nilai budayanya, tingkat atau kelas sosialnya, dan lain-lain. Komunitas sebagai suatu sistem sosial, komunitas merupakan totalitas dari interaksi sebagai sistem utama.
Sumber : Solita Sarwono, 1993, Sosiologi Kesehatan, Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Sosiologi Kedokteran dan Sosiologi Kesehatan

Sejak hampir seabad yang lalu dibidang kedokteran timbul kebutuhan untuk mencoba memahami faktor-faktor sosial yang berhubungan dengan pola penyebaran penyakit (epidemiologi) dan kelompok-kelompok masyarakat tertentu.

Maka dikembangkanlah Sosiologi Kedokteran adalah ilmu yang mencakup studi tentang faktor-faktor dalam etiologi atau penyebab, prevalensi atau banyaknya dan interpretasi atau penafsiran dari penyakit, tentang profesi kedokteran itu sendiri serta hubungan dokter dengan masyarakat umum.

Dalam perkembangan selanjutnya terbukti bahwa upaya penanggulangan penyakit masyarakat tidaklah hanya merupakan tanggung jawab profesi kedokteran saja, melainkan tanggung jawab bersama para petugas kesehatan. Selain itu pendekatan terhadap masalah kesehatan masyarakat pun diperluas, dari penyakit menjadi kesehatan.
Sejalan dengan perkembangan tersebut maka timbul pula Sosiologi Kesehatan yang lebih luas daripada sosiologi kedokteran. Selain topik-topik dalam sosiologi kedokteran, sosiologi kesehatan membahas pula perilaku kesehatan, pengaruh norma sosial terhadap perilaku kesehatan, serta interaksi antar petugas kesehatan dan antara petugas kesehatan dengan masyarakat.
Sosiologi Kesehatan ini dipelajari dan dikembangkan oleh ahli sosiologi yang mengkhususkan diri pada bidang kesehatan, maupun oleh dokter-dokter yang meluaskan cakrawala ilmunya ke bidang sosiologi. Banyak istilah atau konsep sosiologi yang dimasukkan dalam terminologi kedokteran, terutama untuk digunakan dalam studi-studi epidemiologi, seperti misalnya masyarakat, struktur sosial, masalah sosial, peran, sosialisasi, kepercayaan, norma, survei sosial, dan sebagainya.

Pengertian Psikologi, Antropologi dan Sosiologi

Ilmu Prilaku adalah cabang dari ilmu-ilmu sosial yang sasaran atau objeknya adalah perilaku manusia. Jika ilmu sosial mencakup bidang-bidang ilmu politik, ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi, dan psikologi, maka ilmu perilaku hanyalah terdiri dari tiga cabang ilmu yaitu psikologi, sosiologi dan antropologi.

Pengertian Psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang aspek-aspek kejiwaan dan kepribadian individu dan kelompok. Bidang cakupannya adalah proses mental atau emosional, dan karakteristik perilaku individu maupun kelompok.

Pengertian Antropologi adalah ilmu yang mempelajari perkembangan evolusi manusia yang mencakup unsur fisik, sosial dan budayanya. Sesuai dengan bidang orientasinya, antropologi dapat dibedakan dalam antropologi fisik, antropologi sosial dan antropologi budaya, sedangkan antropologi medis mengkhususkan diri pada studi tentang pengaruh unsur budaya terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit atau kesehatan.
Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan kelompok (mulai dari keluarga sampai dengan kelompok masyarakat yang kompleks), struktur sosial, serta meneropong proses-proses sosial termasuk perubahan sosial. Menurut Parsudi Suparlan, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang secara sistematik mempelajari kelakuan sosial manusia, yaitu yang berkesan dengan pola-pola dan proses-proses interaksi diantara individu dan kelompok, bentuk-bentuk kelompok sosial, dan pengaruh kelompok sosial terhadap kelakuan individu.
Solita Sarwono, 1993, Sosiologi Kesehatan, Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Cara Menghitung Kecepatan Membaca

Ketika kita sekolah ataupun kuliah pastinya banyak buku yang wajib kita baca, seabrek buku-buku itu jika kita baca pelan, teliti, penuh perhatin per kata maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan akan menghabiskan banyak energi kita.

Solusinya adalah dengan Teknik Membaca Cepat, teknik ini berfokus pada poin-poin bacaan saja sehingga kita akan lebih cepat dan lebih mudah memahami bacaan yang kita baca. Lho kan jika kita membaca dengan pelan dan teliti maka kita akan semakin paham dan mengerti bacaan kita. Memang idealnya begitu, namun sebuah bacaan tidak semua kata itu berguna bahkan apa yang kita baca dengan teliti itu kadang kita sudah sangat mengerti sekali dari kata sebelumnya.

Dari pada membuang banyak waktu untuk satu satu buku saja, lebih baik kita membaca cepat dengan paham poin-poin pentingnya, sehingga dengan membaca cepat ini akan lebih banyak buku yang dapat kita baca.
Anda ingin menguji kecepatan membaca anda…?
Rumus Menghitung Kecepatan Membaca adalah :
Jumlah Kata Yang Dibaca : Jumlah Detik Untuk Membaca X 60 = Jumlah KPM (Kata Per Menit)
Contoh : Jika kita membaca 1000 kata dalam 3 menit 20 detik, maka kecepatan membaca kita adalah 1000 : 200 X 60 = 300 KPM.
Cara mudah menghitung kata yang dibaca adalah sebagai berikut :
Hitung dahulu jumlah kata pada 5 baris pertama, jumlah kata itu kemudian dibagi 5 (dari jumlah baris), setelah itu hitung seluruh baris yang kita baca.
Contoh mudahnya seperti ini :
Jumlah kata pada 5 baris pertama = 50, maka akan ketemu 50 : 5 = 10 (Jumlah rata-rata kata per baris)
Jika jumlah keseluruhan baris yang kita baca sebanyak 50 baris maka akan ketemu jumlah kata seluruhnya 10 X 50 = 500 (rata-rata jumlah kata keseluruhan).
Anda tertarik mencobanya…? Kalo tertarik silahkan buka buku, siapkan stopwatch dan kalkulator anda. Cukup sekian tentang Cara Menghitung Kecepatan Membaca, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Teknik Membaca Cepat

Berbagai media informasi saat ini sangat mudah kita dapatkan, mulai dari buku, majalah, koran, artikel di internet, banyaknya media informasi ini bagi yang menyukai pengetahuan akan sangat menggiurkan sekali untuk dibaca.

Membaca bagi sebagian orang merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan mengasyikkan, karena dengan membaca maka pengetahuan kita akan semakin bertambah. Permasalahannya mungkinkah kita melahap seluruh bahan bacaan yang tersedia di media-media informasi tersebut ? Meskipun kita tidak bisa menghabiskan seluruh bacaan yang sebarek itu, namun kita akan mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan informasi jika kita mempergunakan Teknik Membaca Cepat.

Teknik Membaca Cepat itu sendiri ada dua yaitu sebagai berikut :
1. Teknik Skimming
Teknik Skimming atau juga disebut Teknik Layap ini adalah sebuah teknik membaca cepat yang dilakukan dengan cara mengambil intisari atau poin penting dari sebuah bacaan. Dengan membaca poin-poin penting dari sebuah bacaan maka kita dapat lebih cepat memahami pokok atau isi dari bacaan yang kita baca.
Jadi ketika kita melakukan teknik ini, materi-materi yang tidak pokok kita lewati saja dan langsung menuju pada materi pokok. Namun teknik ini sebenarnya tidak mudah dilakukan bagi orang yang tidak terbiasa membaca, hanya dengan seringnya membaca dan memiliki Reading Skill yang baik maka teknik ini menjadi mudah dilakukan. Jika kita pandai menggunakan teknik ini maka kita akan dengan mudah sekali memahami sebuah isi tulisan tanpa membuang energi yang terlalu banyak.
2. Teknik Scanning
Teknik Scanning atau juga disebut Teknik Pindai ini adalah sebuah teknik membaca cepat yang dilakukan dengan cara langsung mencari informasi yang kita butuhkan, sedangkan informasi lain dalam sebuah tulisan itu tidak kita baca. Misalnya kita mendapatkan tulisan tentang Macam-Macam Metode Pidato, kita tidak perlu membaca uraian pengantar yang ada ada dalam tulisan tersebut, namun langsung saja menuju pada macam pidato yang ada dalam tulisan yang kita baca.
Demikianlah tentang Teknik Membaca Cepat, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Macam-Macam Metode Pidato

Metode Pidato yang tepat akan mempengaruhi sebuah pidato menarik atau tidak, jadi sebaiknya anda memilih metode yang tepat dalam berpidato supaya pidato menjadi baik dan menarik.

Metode Pidato berikut ini jika dipergunakan oleh ahli pidato maka kesemuanya akan menghasilkan sebuah pidato yang baik, namun bagi pemula atau bagi orang yang tidak terbiasa berpidato tidak semua metode pidato dibawah ini menjadi tepat untuk dipergunakan.

Macam-Macam Metode Pidato yang dapat anda pergunakan adalah sebagai berikut :
1. Metode Pidato Naskah
Metode ini sangat tepat sekali dipergunakan bagi para pemula, karena dalam metode ini pembicara dalam melakukan pidato dengan membaca naskah pidato yang telah dipersiapkan sebelumnya. Namun metode ini pada umumnya akan menghasilkan pidato yang datar-datar saja karena dilakukan dengan membaca naskah sehingga terkesan kurang menarik dan terkesan pembicara kurang ahli dalam berpidato. Namun demikian metode pidato ini juga dapat memberikan kesan berwibawa dan baik jika pembicara pandai memberikan penekanan-penekanan pada materi yang disampaikan.
2. Metode Pidato Impromptu atau Serta Merta
Metode ini akan menghasilkan pidato yang baik jika dilakukan oleh seorang ahli pidato, karena metode ini adalah metode pidato tanpa persiapan. Sebaliknya jika dilakukan oleh orang yang bukan ahli pidato maka akan membuat sebuah pidato tanpa arah bahkan dapat menyebabkan sebuah pidato menjadi berantakan.
3. Metode Pidato Hafalan
Metode pidato hafalan ini dapat dipergunakan oleh pemula maupun seorang yang telah ahli berpidato. Dengan menghafal materi pidato yang akan disampaikan maka akan memberikan kesan kepakaran dan keahlian yang mumpuni bagi yang berpidato. Keuntungan jika kita hafal materi yang akan dipidatokan maka kita bisa saja melakukan pidato impromptu atau serta merta.
4. Metode Pidato Ekstemporan atau Tanpa Persiapan Naskah
Metode ini tidak menggunakan naskah pidato tetapi dalam berpidato menggunakan catatan-catatan penting atau materi pokok yang dapat membantu dalam menyampaikan materi pidato. Tidak semua orang hafal akan materi pidato yang akan disampaikan, namun dengan membuat catatanpokok materi ini akan sangat membantu penyampaian materi pidato secara sistematis dan baik.
Demikianlah sekilas penjelasan tentang Macam-Macam Metode Pidato, semoga jelas dan bermanfaat, terima kasih.
Artikel yang lainnya tentang Bidang Ilmu Teknik Bangunan.

Cara Berpidato yang Baik dan Menarik

Pidato yang baik dan menarik didepan orang banyak tidaklah mudah bagi kebanyakan orang, karena memang seseorang bisa menjadi ahli pidato itu bukan datang begitu saja, tetapi karena pengaruh latihan dan pengalaman. Semakin sering latihan dan semakin banyak pengalaman maka seseorang akan dapat menjadi ahli pidato yang membuat pidatonya menjadi baik dan menarik.

Jika anda akan berpidato alangkah baiknya jika anda melakukan persiapan terlebih dahulu, persiapan pidato yang dapat anda lakukan diantara adalah :

1. Mencari tahu sasaran atau audien pidato anda, misalnya siapa yang menjadi audien, pendidikan audien, status sosial ekonomi dan lain-lain.
2. Pilihlah tema pidato yang benar-benar anda kuasi dan sesuai kepakaran anda.
3. Pilihlah materi pidato yang berguna atau bermanfaat bagi audien, dengan materi yang bermanfaat maka audien akan memberikan perhatian pada materi pidato anda.
4. Susunlah kerangka pidato anda mulai dari pembuka, isi atau materi sampai dengan penutup.
5. Buatlah kerangka pidato yang sistematis sehingga materi pidato yang anda sampaikan dapat mengalir dengan baik.
6. Jika anda belum ahli, ada baiknya anda latihan berpidato dirumah dengan suara dan artikulasi yang jelas.
Pidato yang menarik maka akan membuat audien menjadi perhatian terhadap pidato anda, namun sebaliknya apabila cara pidato anda kurang baik bisa saja audien tidak akan memperhatikan pidato anda.
Dalam berpidato sebaiknya anda perhatikan hal-hal berikut ini agar pidato menarik bagi audien atau sasaran yaitu :
1. Dalam berpidato suara jelas, tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan. Suara yang terlalu keras akan membuat audien tidak nyaman, begitu juga dengan suara yang terlalu pelan.
2. Pergunakanlah bahasa yang baik dan benar ataupun juga menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh audien. Misalnya jika audien anda mayoritas berbahasa jawa dan kurang mengerti bahasa Indonesia makan yang terbaik adalah menggunakan bahasa Jawa yang paling dipahami audien.
3. Hindari gerak-gerik yang berlebihan dari mimik muka maupun gaya bahasa. Karena sesuatu yang berlebihan tentu saja tidak akan menyenangkan.
Demikianlah tentang Cara Berpidato yang Baik dan Cara Berpidato yang Menarik, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Pemeriksaan Pasien Gagal Ginjal

Dalam penilaian pasien gagal ginjal penting untuk mencoba menetapkan kemungkinan penyebab, durasi dan apakah telah terjadi komplikasi yang membahayakan jiwa seperti edema paru.
Gagal ginjal bisa ditemukan secara kebetulan bila fungsi ginjal dinilai dengan pengukuran ureum atau kreatinin, adanya hipertensi, atau gagal ginjal. Manifestasi gagal ginjal akut yang dramatis bisa timbul sebagai asidosis berat, edema paru atau ensafalopati.
Anamnesis Gagal Ginjal
Apakah pasien mengalami gejala gagal ginjal, misalnya mual, muntah, sesak napas akibat asidosis atau edema paru, edema perifer. Adakah rasa gatal, cegukan, neuropati perifer, lelah, malaise, keluaran urin berkurang, poliuria atau hematuria nokturia ?
Adakah enuresis di masa kanak-kanak ?
Adakah gejala penyerta : hemoptisis, ruam, nyeri punggung, demam, dan penurunan berat badan akibat neuropati ?
Apakah pasien sedang menjalani pengobatan untuk gagal ginjal, misalnya hemodialisis, dialisis peritoneal, transplantasi ginjal ?

Riwayat Penyakit Dahulu
Apakah pernah di diagnosis penyakit ginjal sebelumnya ?
Pernahkan ada hipertensi atau proteinuria ?
Adakah komplikasi penyakit ginjal : hipertensi, penyakit tulang ginjal, atau penyakit jantung.
Adakah prosedur untuk memungkinkan dialisis, misalnya terbentuknya fistel arteriovena, kateter dialisis peritineal (Tenckhoff) ?
Obat-Obatan
Tanyakan mengenai :
Obat apapun yang bisa menyebabkan gagal ginjal misalnya OAINS, inhibitor angiotensin converting enzyme atau antibiotik ?
Setiap terapi tertentu untuk gagal ginjal misalnya eritropoietin ?
Setiap obat yang bisa terakumulasi dan menyebabkan toksisitas pada gagal ginjal misalnya digoksin ?
Riwayat Keluarga
Adakah riwayat penyakit ginjal dalam keluarga misalnya penyakit ginjal polikistik, nefropati refluks ?
Riwayat Sosial
Adakah gejala atau terapi seperti dialisis yang mengganggu kehidupan ?
Pemeriksaan Fisik Pasien
Apakah pasien tampak sakit ? Komplikasi gagal ginjal yang membahayakan jiwa diantaranya adalah edema paru, asidosis, dan hiperkalemia.
Adakah sesak napas ? Adakah pola pernapasan Kussmaul (cepat dan dalam akibat asidosis) ?
Adakah sianosis ?
Adakah tanda-tanda kelebihan cairan ? Ronki pada paru, irama gallop, JVP meningkat, edema ferifer, hipertensi ?
Adakah kekurangan cairan atau syok ? Hipotensi, penurunan TD Postural, takikardia, perifer dingin, vasokonstriksi perifer ?
Adakah tanda-tanda penyakit tertentu yang menyebabkan gagal ginjal, misalnya ginjal polikistik, ruam vaskulitik, sepsis, pankreatitis, bruit arteri renalis ?
Adakah tanda-tanda efek disfungsi ginjal, misalnya anemia, flap metabolik, asidosis, mengantuk, kecenderungan peradarahan ?
Adakah bukti hipertensi berat, misalnya hipertrofi ventrikel kiri, retinopati hipertensif ?
Periksa dengan teliti setiap tanda-tanda obstruksi. Apakah kandung kemih teraba ? Adakah pembesaran prostat ? Adakah massa pelvis ?
Periksa urin dengan diapstik untuk mencari darah, protein, glukosa, leukosit, dan mikroskopi untuk sel dan silinder.
Daftar Rujukan :
Jonathan Gleadle, 2005, Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik, Penerjemah : Annisa Rahmalia, Penerbit Erlangga : Jakarta.

Pemeriksaan Fisik Pasien : Telinga, Hidung, Mulut, Tenggorokan, Tiroid, Leher

Pemeriksaan Fisik Pasien Pada Telinga 
Lakukan inspeksi telinga, lihat daun telinga atau pinna untuk mencari kelainan yang jelas, misalnya tofi dan kanker kulit.

Periksa dengan otoskop : lihat dinding kanalis. Cari pus, lilin, obstruksi dan membran timpani.

Periksa pendengaran dengan tes Rinne dan Weber. Periksa telinga, keseimbangan dan cari nistagmus.
Pemeriksaan Fisik Pasien Pada Hidung 
Lakukan inspeksi hidung : periksa adanya kelainan, riwayat fraktur, hidung “pelana”, atau rinorea.
Periksa lubang hidung, lihat septum nasi, turbinatus, inferior, dan nilailah aliran udara melalui hidung.
Periksa indera penghidu.
Periksa nyeri tekan sinus dengan perkusi.
Pemeriksaan Fisik Pasien Pada Mulut dan Tenggorokan
Lakukan inspeksi dengan bantuan senter dan penahan lidah.
Periksa bibir dan lidah.
Cari keilitis angularis, telangiektasia, pigmentasi, pengecilan, atau fasikulasi otot lidah.
Minta pasien menjulurkan lidah dan sentuh bagian atap rongga mulut.
Lakukan inspeksi gusi atau gigi untuk mencari karies.
Pertimbangkan kemungkinan abses gigi.
Lihat tonsil, uvula, dan dinding posterior. Minta pasien berkata “aaah”. Adakah peradangan, eksudat, pembesaran atau pertumbuhan.
Palpasilah setiap kelainan yang tampak dengan jari terbungkus sarung tangan.
Pemeriksaan Fisik Pasien Pada Tiroid dan Leher
Cari tanda-tanda perifer tirotoksikosis (tremor, eksoftalmos, proptosis, penurunan berat badan, kecemasan, takikardia) dan miksedema (refleks lambat, noda dan pembengkakan pada wajah, rambut rontok).
Lakukan inspeksi leher : adakah tanda-tanda struma.
Minta pasien menelan air dan lakukan inspeksi sekali lagi.
Lakukan palpasi untuk mencari pembesaran tiroid.
Jika ada struma, adakah nyeri tekan ? Pembesaran difus, nodul soliter ? (Apakah keras, nodular?).
Lakukan auskultasi untuk mencari bruit.
Periksa adanya limfadenopati terkait.
Lakukan perkusi sternum bagian atas untuk melihat perluasan struma retrosternal.
Daftar Pustaka :
Jonathan Gleadle, 2005, Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik, Penerjemah : Annisa Rahmalia, Penerbit Erlangga : Jakarta.

Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, Pembina

Pramuka adalah salah satu ekstra kurikuler yang banyak diminati di sekolah, perasaan terlihat gagah sekaligus banyak kegiatan asyiklah yang membuat kegitan pramuka atau scouting ini banyak peminatnya.

Coba anda lihat anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan pramuka, raut muka mereka terlihat berseri-seri tanpa mengenal lelah meskipun banyak kegiatan yang dilakukannya.

Menurut saya banyak sekali keuntungan yang didapatkan oleh anak-anak diantaranya adalah :
1. Melatih Kemandirian anak
2. Melatih kerjasama dan sosialisasi anak
3. Menumbuhkan rasa sayang, kasih dan saling menolong
4. Melatih kedisiplinan anak
5. Menumbuhkan rasa tanggung jawab anak
6. Menumbuhkan sikap dan mental berani pada anak
7. Menumbuhkan rasa saling menghormati dan toleransi pada anak
8. Menumbuhkan sikap patriotisme anak
Tahukah anda tentang pengelompokan gugus depan pramuka..? Kalo tidak tidak tau, nich saya kasih tau :
1. Pramuka Siaga untuk siswa umur 7 – 10 tahun
2. Pramuka Penggalang untuk siswa umur 11 – 15 tahun
3. Pramuka Penegak untuk siswa umur 16 – 20 tahun
4. Pramuka Pandega untuk umur 21 – 25 tahun
5. Pramuka Pembina untuk orang dewasa

Posted on March 28, 2013, in Pendidikan. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. I simply want to say I am new to weblog and honestly savored this blog. Most likely I’m planning to bookmark your website . You actually come with wonderful article content. Kudos for revealing your webpage.

  2. I just want to say I am new to blogging and site-building and honestly loved this blog site. Probably I’m going to bookmark your blog post . You amazingly have good posts. Cheers for revealing your web page.

  3. Nice blog here! Also your site loads up very fast! What host are you using? Can I get your affiliate link to your host? I wish my website loaded up as quickly as yours lol

  1. Pingback: Google

Silakan tinggalkan komentar .. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Kerabat Copaz Blog!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: